Sesudah Disuruh Telanjang, Sepasang Remaja Diperas Pengelola Objek Wisata

header 728 x 90 3

Stop Pelecehan Seksual

KRIMINALITAS.COM, BANDUNG – Pelaku pemerasan dan pencabulan terhadap pelajar yang tengah berkemah di Taman Wisata Batu Kuda, Gunung Manglayang, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi berhasil diringkus Jajaran Polsek Jatinangor, Mingu (25/10) lalu.

AS yang merupakan pelaku aksi pencabulan akhirnya diamankan pihak kepolisian beberapa jam setelah melakukan aksi cabulnya. AS ditangkap saat dirinya sedang berada di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, dan langsung digiring ke Mapolsek Cileunyi .

Menurut keterangan Kapolsek Cileunyi, Kompol Edi Suwandi yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Cileunyi, Ipda Rina Lestari memaparkan, penangkapan AS tersebut berawal dari laporan korban yang mengaku telah di peras usai menerima pelakuan tidak senonoh dari si pelaku.

Selain itu, Edi juga menjelaskan bahwa korban pelaku pemerasan dan perbuatan cabul adalah seorang laki-laki berinisial KM (17) da perempuan berinisial N (17), warga Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Dari keteranga yang diberikan para korban kepada pihak kepolisian b ahwa pelaku memaksa korban untuk telanjang. Setelah itu pelaku memfoto korban dn mengancam akan menyebarkan foto tersebut jika tidak dapat membayar uang yang diminta si pelaku.

“Pelaku minta uang kepada korban sebesar Rp 1,2 juta dengan ancaman jika tidak membayar, fot akan disebarkan ke dunia maya,” ujar Edi kepada di Mapolsek Cileunyi, Selasa (27/10).

Edi juga menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu dini hari lalu sekitar pukul 01.00 WIB, saat kedua korban tengan berkemah di tempat wisata Batu Kuda Manglayang.

Saat itu, korban mengaku didatangi AS di tendanya, AS memaksa kedua korban telanjang dan diancam akan dilaporkan kepada kuncen Batu Kuda karena telah melakukan tindakan mesum di tempat wisata Batu Kuda.

Baca Juga Yang satu ini ...
Apa Benar Pemakaian Deodoran Bisa Bikin Kanker?

“Karena takut, korban mengikuti permintaan pelaku. Tapi korban hanya mampu membayar Rp 500 ribu. Karena pelaku kurang puas maka ketiga ponsel korban pun diambil pelaku,” jelasnya.

Diketahui bahwa pelaku adalah tukang parkir dan koordinator lapangan yempat wisata tersebut. Pelaku juga sering berpatroli dan kerap meminta uang kepada para pengunjung di lokasi wisata tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 368 (jo) 289 dengan ancaman hukuman di atas 9 tahun penjara.

(Exalt)

Belajar sb1m yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *