Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Waspadai Virus Zika

header 728 x 90 3

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengisyaratkan masyarakat mewaspadai virus zika yang belakangan mewabah di beberapa negara. Meski angka kejangkitan virus zika di Indonesia masih zero, tetapi virus itu pernah ditemukan dengan penyebaran melalui nyamuk Aedes Aegyoti yang juga penebar virus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK, Efi Pertiwi menjelaskan hingga saat ini memang belum ada laporan penyebaran virusa zika di Solo, baik dari Puskesmas maupun rumah sakit. Tetapi kewaspadaan mesti ditingkatkan, terlebih persebaran virus zika di kawasan benua Amerika dan Eropa cenderung meluas.

Kasus terinfeksi zika, menurut Efi, tak jauh berbeda dengan penyakit DBD ataupun Chikungunya, sehingga langkah pencegahan tak jauh berbeda. Salah satu cara ampuh mengantisipasi penyebaran virus zika, jelasnya, melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sebagaimana DBD ataupun chikungunya, virus zika juga dibawa nyamuk aedes aegypti.

Terlebih pada musim hujan seperti ini, tambahnya, ruang perkembangan nyamuk aedes aegypti kian luas, sebab banyak barang bekas ataupun bejana lain terisi air hujan.

“Genangan air pada barang bekas atau bejana apapun, jelasnya, dapat menjadi media perkembangbiakan nyamuk. Karenanya, kegiatan mengubur, menguras, dan menutup tempat penampungan air, sangat efektif meminimalisasi ruang gerak perkembangbiakan nyamuk.” (Hut)

Belajar sb1m yuk

Baca Juga Yang satu ini ...
KPAI: Pembunuhan Anak dalam Kardus Bentuk Teror

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *